Akhir-akhir ini geng motor melakukan aksi-aksi yang semakin brutal dan
mengganggu ketentraman masyarakat umum. Keberadaan geng motor ini
seolah-olah terbiarkan oleh aparat penegak hukum maupun masyarakat. Apa
latar belakang munculnya GENG MOTOR ini? Semakin besarnya 'organisasi'
ilegal ini menyebabkan aparat kewalahan mengamankannya. Geng motor ini
muncul sebagai fenomena baru di tengah-tengah masyarakat. Aksinya
semakin hari semakin meresahkan. Mulai dari ketua geng yang bebas
meniduri anggota GENG MOTOR cewek maupun tindakan bejat amoral lainnya.
Aksi kebut-kebutan di jalan raya, konvoi di jalur lintas umum yang
menghambat lalu lintas ataupun balap liar seakan menjadi pemandangan
lazim karena tak tersentuh secara intensif dari aparat penegak hukum.
Keberadaan GENG MOTOR ini semakin besar sehingga semakin terstruktur
namun tanpa tujuan mulia atau kontribusi positif bagi masyarakat.
Aksi-aksi dan keberadaannya justru cenderung meresahkan masyarakat.
Perilaku negatif tanpa sopan santun dijalan raya jelas merugikan
pengguna jalan lainnya.
Berikut beberapa aksi negatif yang sering terjadi saat ini sehubungan dengan geng motor ini :
1. Kebut-kebutan di jalan raya
2. Balap liar di tempat umum
3. Merampok motor milik orang lain di tempat umum
4. Merudapaksa gadis
5. Mengganggu ketertiban umum
6. Tidak menghidupkan lampu saat berkendara dimalam hari
7. Lain-lain
Hal ini tentu sangat meresahkan seluruh elemen masyarakat khususnya para pengguna jalan.
Keberadaan geng motor ini merupakan celah masuknya tindak kejahatan dan
kriminal lainnya seperti narkoba, rudapaksaan, perampokan, pencurian
bahkan pembunuhan.
Apa penyebab muncul dan maraknya geng motor ini. Berikut ini penyebab maraknya GENG MOTOR di Indonesia.
1. Tidak adanya sarana olah raga motor yang memadai
2. Kurang maksimalnya wadah yang ada untuk memfasilitasi bakat dan kemampuan
3. Lemahnya aparat penegak hukum
4. Kurangnya perhatian para orang tua dalam membentuk karakter anak-anaknya yang merupakan bagian terkecil dalam keluarga
5. Tidak maksimalnya peran masyarakat dalam membentuk karakter bangsa
6. Kurangnya ketegasan pemerintah dalam membuat peraturan dan penegakan hukumnya
Sebelum semakin besar permasalahan yang dihadapi sebaiknya semua pihak
harus menaruh perhatian besar terhadap bahaya yang mengancam generasi
penerus bangsa ini yang notabene merupakan calon pemimpin dimasa datang.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kyoto Imperial Palace
Kyoto Imperial Palace (京都御所, Kyōto Gosho) adalah bekas kediaman resmi Kaisar Jepang sebelum ibu kota dipindahkan ke Tokyo pada tahun 1868....
-
Hapetan (juga disebut hepetan atau hasapi ) adalah alat musik tradisional Batak dari Sumatera Utara, terutama Tapanuli. Berikut penjelas...
-
Berikut adalah beberapa foto Tomb of Sunan Ampel — lokasi paling sakral dan bersejarah di Surabaya yang menjadi pusat ziarah dan spiritu...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar