Berikut adalah sejumlah foto Pelabuhan Seng Hie di Pontianak—pelabuhan bersejarah yang kini juga bagian dari kawasan Waterfront City.
Sekilas tentang Pelabuhan Seng Hie, Pontianak
-
Pelabuhan niaga tertua di Pontianak, awalnya milik pengusaha keturunan Tionghoa bernama Theng Seng Hie pada akhir abad ke-19
-
Pelabuhan ini menjadi pusat bongkar muat komoditas seperti kayu, lada, intan, emas, ikan asin, dan hasil bumi lainnya
-
Lokasinya sangat strategis di jalur pelayaran Selat Malaka dan Selat Karimata, menjadikannya titik penting perdagangan regional
2. Fase Kolonial & Masa Perang
-
Pada masa kolonial Belanda, pelabuhan ini dikelola pemerintah karena dianggap sangat strategis
-
Selama pendudukan Jepang, Pelabuhan Seng Hie dipakai untuk keperluan militer, seperti pengiriman dan penerimaan persenjataan
3. Era Kemerdekaan & Fungsi Saat Ini
-
Setelah kemerdekaan, pelabuhan ini dikelola oleh Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Perhubungan
-
Diakui sebagai cagar budaya karena nilai sejarah dan peran pentingnya dalam perkembangan ekonomi dan transportasi kota Pontianak
-
Saat ini, pelabuhan ini tetap aktif menjadi pusat bongkar muat dan angkutan lokal dengan kapal-kapal tradisional serta menjadi bagian dari jalur distribusi vital
4. Lokasi & Infrastruktur
-
Terletak di tepi Sungai Kapuas, menghadapkan langsung ke kawasan Istana Kadriah, dan dekat dengan Jalan Tanjungpura—salah satu ruas utama di Pontianak
-
Alamat lengkap: Jl. Sultan Muhammad, Benua Melayu Laut, Pontianak Selatan. Bisa dihubungi melalui telepon (0561) 767136
5. Pengembangan & Pemugaran
-
Saat ini, pelabuhan ini telah menjadi salah satu titik dalam Waterfront City Bardan Nadi Seng Hie, yang merupakan kawasan pedestrian tepi sungai modern yang dibangun sebagai destinasi rekreasi publik
-
Pemerintah kota berencana memperluas kawasan Pelabuhan Seng Hie (luas saat ini sekitar 6.500 m²) untuk meningkatkan kapasitas bongkar muat yang semakin tinggi
Ringkasan Tabel
Aspek | Keterangan |
---|---|
Didirikan oleh | Theng Seng Hie (pengusaha Belanda-Tionghoa), akhir abad ke-19 |
Peran Historis | Dermaga niaga utama, jalur perdagangan strategis |
Masa Penjajahan | Dikelola Belanda, digunakan untuk keperluan militer Jepang |
Setelah Kemerdekaan | Dikelola Pemkot, ditetapkan sebagai cagar budaya |
Lokasi | Jl. Sultan Muhammad, tepi Sungai Kapuas, dekat Istana Kadriah |
Fungsi Saat Ini | Bongkar muat, angkutan lokal, bagian Waterfront City Pontianak |
Pengembangan Terkini | Rencana perluasan area pelabuhan |
Mengapa penting untuk dikunjungi?
Pelabuhan Seng Hie bukan sekadar titik bongkar muat; ia mencerminkan perjalanan maritim Pontianak dari ruang dagang tradisional hingga sudut modern dalam revitalisasi kota. Dijadikan cagar budaya dan bagian dari waterfront, ia adalah destinasi heritage sekaligus spot urban yang dinamis.
Kalau kamu ingin, saya bisa bantu susun rute heritage tour Pontianak yang menghubungkan Pelabuhan Seng Hie, Istana Kadriah, Waterfront City dan Tugu Khatulistiwa agar perjalananmu makin bermakna. Mau lanjut yuk?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar