Ini dia suasana Bukit Rel, juga dikenal sebagai Bukit Reel, yang terletak di Pontianak, Kalimantan Barat — spot hijau unik di kota karena Kota Khatulistiwa umumnya datar.
Tentang Bukit Rel (Bukit Reel)
Sekilas Lokasi & Sejarah
-
Alamat: Jl. Panca Bhakti No.KM 4, RW 3, Batu Layang, Pontianak Utara, Pontianak
-
Kota Pontianak yang terkenal datar, punya satu-satunya bukit alami ini dengan ketinggian sekitar 40 meter di atas permukaan laut
-
Dahulu sebenarnya ada dua bukit, salah satunya telah dikeruk pada masa kolonial Belanda untuk membangun kota. Tinggal satu sisanya kini, lengkap dengan jejak rel kereta dan reruntuhan bangunan pemecah batu sisa kegiatan zaman dulu
Nilai Budaya & Lingkungan
-
Di puncaknya terdapat "pantak" — lokasi ritus adat Suku Dayak yang masih dijaga oleh Dewan Adat Dayak. Bukit ini memiliki makna religius dan budaya yang kental
-
Wali Kota Pontianak berencana mengembangkan Bukit Rel sebagai destinasi wisata alam & religi, sambil menjaga nilai budaya dan kesejahteraan masyarakat sekitarnya
Akses & Aktivitas
Aktivitas | Keterangan |
---|---|
Hiking ringan & trekking | Jalur cukup pendek (~3 km dari jalan utama), cocok untuk berjalan santai |
Funbike / sepeda gunung | Komunitas lokal telah menjajaki jalur sepeda di area ini |
Foto & Piknik | Pemandangan alam dan panorama kota dari puncak sangat indah untuk diabadikan |
Wisata religi & budaya | Cocok untuk ziarah atau memahami tradisi adat setempat |
Ekowisata & agrowisata | Potensi besar untuk dikembangkan sebagai wisata konservasi oleh pemerintah dan komunitas lokal |
Tips Praktis
-
Akses: Dari pusat kota, arah ke Jl. Panca Bakti sekitar 3 km menanjak. Bisa ditempuh dengan motor atau kendaraan kecil
-
Tiket: Masuk gratis atau sangat murah, biasanya sekitar Rp10.000, dengan biaya parkir (motor ±Rp2.000, mobil ±Rp4.000)
-
Waktu terbaik: Pagi atau sore hari — udaranya lebih sejuk dan pencahayaan bagus untuk foto dan menikmati pemandangan
-
Kenakan alas kaki yang nyaman karena medan sedikit terjal dan berbatu.
Ringkasan
Bukit Rel (Bukit Reel) adalah dataran tertinggi alami di Pontianak, menyimpan jejak sejarah kolonial berupa rel dan reruntuhan lama. Kini, ia berkembang sebagai tujuan wisata alam, budaya, dan religi yang kian diperkuat rencana pemkot. Cocok bagi siapa saja yang ingin menikmati suasana hijau, rekreasi ringan, sekaligus meresapi nilai budaya lokal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar